Rabu, 09 Desember 2015

Review Moxpad X6

Hello lads! Kembali lagi nih admin mau ngereview earphone tipe monitoring (iem). Yup sesuai judul ini adalah Review Moxpad X6 . Moxpad X6 ini merupakan versi kedua setelah Moxpad X3. Ada 4 pilihan warna untuk iem ini, yaitu merah, biru, hitam dan merah-biru. 
4 Varian Warna Moxpad X6|
Salah satu yang unik dari iem ini yang bikin dia berbeda dengan iem iem sekelasnya adalah kabelnya bisa di lepas (detachable) dari housingnya. Di copot disini maksudnya bukan di copot paksa yang ujung ujungnya rusak ya tapi dicopot untuk di replace dengan kabel lain sesuka hati.
Moxpad X6|

Bentuknya yang bisa di "cantolin" di kuping memang terlihat sporty dan nyaman dipake. Tapi jangan salah, ga semua orang cocok dengan desain ini lho....
Dengan banderol seharga 300ribuan kita bakal dapet apa aja sih? yuk langsung aja kita mulai:
 
Packaging and Build Quality 
Packaging cukup simpel: hanya box, tidak ada pelapis plastik. Saat dibuka, ada IEM di situ dengan tips triple flange (kabel belum terpasang) dan ada case earphone yang cukup kuat dan tebal (yang pernah punya Moxpad X3 mungkin tahu), sangat terlihat eksklusif. Di dalam case terdapat detachable cable dengan MMCX pin (pin ala Shure) dengan kabel yang cukup panjang (sekitar 1.3m) dengan gold plated connector yang cukup slim (mudah untuk masuk ke smartphone yang casenya agak tebal sekalipun) dan ada tiga tips silikon (S,M,L). Sejauh saya lihat, kabelnya cukup fleksibel dan ringan, tidak memberatkan. Di kabel sisi kanan juga ada mic untuk telpon bagi pengguna smartphone.

IEM terasa ringan, tapi tidak ringkih. Saat saya sambungkan IEM ke kabel, terasa konektornya solid dan tidak rattle sama sekali. Impresif. Saya coba mengingatkan diri sendiri bahwa ini di bawah 300k.. Dan saya belum pernah menemukan IEM seperti ini di bawah 300k. Kabel didisain untuk dipakai over ear dengan memory wire yang membuat kabel ini akan 'diam' dan menyesuaikan dengan bentuk telinga. Semua ini mengingatkan saya kepada Shure SE215 dalam hal disain (dan harga barunya 1,4 juta saat promo). Sungguh, sungguh mengesankan untuk IEM yang harganya tidak sampai sepertiganya saat saya beli. Build quality wise, no complaint whatsoever. Thumbs up!

Sound Quality
Saat baru keluar dari box dan langsung dicolok, saya langsung merasakan 'ini bass banyak amat ya. mid dan treble berasa ngumpet, kayak dibully'. Ya, saya ngerasa ini terlalu bassy (bloated, tidak terkontrol), mid relatif mundur tersamar dan treble yang diharapkan tidak terlihat. Malah yang ada pedes-pedes dikit (sibilance) di frekuensi yang kurang diharapkan.. Jadi setelah itu saya burn in (didiamkan play lagu random dengan volume sedang) selama kurang lebih 2-3 jam sebelum mendengerkan lagi. Setelah selesai burn in..

Bass: jauh lebih terkontrol daripada awal. Memang, kuantitasnya lebih banyak dari semua IEM yang pernah saya punya (seperti label pada box, IEM ini ditune untuk bass lover, jadi gak komplain deh soal ini), tapi kali ini kuantitas sedikit lebih sopan. Mungkin karena bassnya merapat dan jadi lebih rapi dibandingkan awal.. Lebih bisa berterima di telinga saya. 
Mid: Sekarang midnya sudah gak malu-malu, muncul bareng bass. Walau kerasa bassnya masih lebih besar, mid seperti tidak mau kalah dan cukup maju, sweet..
Treble: Treble sekarang muncul juga, tapi dia muncul dengan porsi tahu diri.. Seakan menyadari dia adalah pemanis dan pelengkap, bukan menu utama. Treble muncul untuk detil yang cukup bagus, tapi tidak bisa diharapkan menyaingi micro details yang bisa didengarkan di IEM berharga satu juta ke atas - apalagi balanced armature. Untuk ukuran dynamic driver, detil yang dimunculkan treble terbilang 'oke lah', tidak sampai kelas 'wah' menurut saya. 

Overall, IEM ini dari segi tuning dan fitting sangat mengesankan saya untuk bernostalgia ke IEM pertama saya: Shure SE215. Disain super mirip, comfort juga cukup mirip, dan tuning karakternya juga sangat mirip. I'll say this is a poor man's SE215. Jika 3-4 tahun lalu SE215 dianggap entry level IEM Audiophile, Moxpad X6 bisa dianggap seperti itu sekarang. Secara kualitas suara, untuk harga segini saya anggap sangat mengesankan. Jauh melebihi harga yang dibandrol.. Untuk rentang harga di bawah 400k, ini sangat menggoda untuk yang baru mencoba dunia audio. Kabel yang detachable juga sangat menjadi fitur plus, kalau-kalau kabel bawaan rusak. Sangat mudah untuk mengganti dan bisa bereksperimen dengan tipe-tipe kabel lain. Disain overear juga membantu sound isolation dan fitting yang nyaman. Untuk detail lover, saya sarankan untuk melirik IEM lain karena Moxpad X6 jelas memposisikan diri sebagai fun IEM, dan untuk itu dia sangat berhasil. Sweet mids, enjoyable bass and right amount of treble.

Pros :
+ price to performance yang mengesankan
+ Tuning suara yang tidak bikin telinga capek
+ impressive build and feature (detachable cable)
Cons :
- IEM terasa agak ringan housingnya (agak bikin takut kadang)
- Pin connector akan bermasalah nantinya, suara bisa hilang-hilang (masalah mmcx pin)
- not enough details for me (saya suka bass, tapi bukan bass heavy lover)

Kesimpulan
Untuk harga segini, saya bisa katakan ini great deal for your budget. Sangat pantas dicoba jika kamu pengen tau rasanya punya SE215 tapi belom punya budget sampe sana. Ini mungkin batu lompatan pertama kamu untuk dunia audio yang lebih baik.. 
Nah kurang lebih seperti itu review menurut agan starving marvin di forum kaskus. Admin sendiri dulu pernah punya iem ini, cuma fitting yang kurang pas buat kuping admin maka alhasil admin lego lagi deh ini iem. Makanya sebelumnya admin bilang kalo iem ini belum tentu cocok untuk semua orang... So saran admin sih mending dicoba dulu sebelum membeli agar tidak terjadi penyesalan di kemudian hari, have a good day!
 
 
 
 
Referensi: Kaskus.co.id

1 komentar:

  1. Man's Titanium Ring - Titsanium Art
    Man's babyliss pro titanium flat iron Titanium Ring. titanium tent stove A set of four men that can hold up a wristband, a club, titanium flat iron and a rocker. nano titanium babyliss pro Man's Titanium Ring Man's titanium tv Tomb Of Olympus.

    BalasHapus