Kamis, 24 Desember 2015

Review TTPOD T1E

Hello lads! Sepertinya ini akan jadi review terakhir di blog ini. Mengapa begitu? hmm.... alasannya masih belum bisa di kemukakan sekarang, mungkin kalo admin ga males nulis nanti januari bakalan ada post yg menjelaskan mengapa admin membuat blog yang agak aneh ini. Well karena ini review terakhir maka admin mau beberkan review tentang the best iem yang admin miliki saat ini, yaitu TTPOD T1E. Kaya gimana reviewnya, langsung aja ya:

TTPOD T1E Colors


Ttpod t1e merupakan iem yg berasal dr negeri tirai bambu . Soal suara jangan diragukan lagi , kualitas suara dapat disejajarkan dengan vsonic atau hifiman . E dari ttpod berarti enchanced . Artinya ada sektor yang ditambah kuantitas nya.
Berikut saya jabarkan berdasarkan beberapa aspek


Build Quality : Untuk kisaran harga 600rb kita dapat iem dengan kesan solid , transparent housing dengan dual driver , dipadukan dengan OFC ( Oxygen free copper ) cable yang memberi suara yang lebih define . Score : ( 4/5) Good
Packaging : untuk harga yang ditawarkan ttpod memberikan iem ini dalam boks yang ringkas dan brand yang di emboss gold pada boks memberi kesan elegan . Score : n/a


Accesories : standar artinya harga yg ditawarkan mendapat 3 silicone flange , pouch , clip , dan kartu garansi , tips default yang ditawarkan cukup nyaman untuk dipakai , memberi isolasi yang cukup baik . Score : 3/5 ( Average )
Kita lihat dari sektor sound nya dibagi menjadi 3 :
Low : iem ini sebenernya bukan buat basshead , sound nya agak l shapped namun dengan quantity bass yang tidak pelit , sehingga bagi yg basshead pun cukup terpuaskan , dibawa lagu trance/edm bass nya boomy , agak sedikit mbeleber , namun masih enak untuk didengarkan , dibawa lagu pop rnb tidak menutupi sektor mid , terkontrol , overall pleasant dan adaptive , artinya ketika lagu membutuhkan bass yg banyak , iem ini mampu untuk mendeliver bass nya . 


Mid : seperti yang saya bilang keunggulan L shapped adalah di mid nya , mid nya bright , kalem, treble nya untuk sebagian orang agak pedes namun di tahap yang masih bisa diterima , namun bisa diakali sama equalizer , punya clarity yg bagus , agak maju namun ga nutupin sektor bass nya , artinya ini iem punya separasi dan staging yang cukup bagus .
untuk soundstage : ga sempit ga juga lebar , pas buat ditelinga , soundsig cenderung fun , bukan analitik .. 


High : nah disini lah salah satu kelemahannya buat saya , bagi yang basshead kalau denger ini iem bakal ngerasa high nya agak peaky , dan nyelekit , tapi lambat laun dengan burn in juga bakal berkurang ko . Untuk beberapa lagu high nya agak revealing yah ..
Sound score : (4 /5) Good
Price : (5/5) Excellent
Iem type : All Rounder
Recommended : Yes
Kesimpulan : Ambilll , dengan harga dibawah 1jt lo udah bisa dapet iem yang mantep punya , untuk harga sebenernya iem ini bisa aja dihargai 2x harga aslinya , setara sama im50 , vsd3.

Yap, setuju deh sama agan dyaScoundrel yang memposting kutipan review diatas. Memang iem ini bukan untuk basshead mengingat bassnya yang kurang boomy. Namun jangan salah, kuantitas bassnya gak kecil juga dan terdengar rapih, separasi dan soundsig juga sangat bagus menurut admin. Tapi yang admin kurang setuju disini adalah highnya, menurut admin highnya si ttpod ini alus dan ga nyelekit, mid nya juga pas dan soundsig yang fun. Kombinasi diatas telah sukses membuat admin jatuh cinta dengan iem ini. So kalo kalian punya dana 500ribuan, ttpod ini sangat admin rekomendasikan untuk kalian, karena banyak yang bilang "this is the best iem under $500". Have a good day!


Referensi: kaskus.co.id

Kamis, 17 Desember 2015

Review Logitech Z120

Hello Lads! Hari ini kembali lagi admin mau bagi bagi review seekor speaker keluaran logitech, yaitu logitech Z120. Langsung aja ya:

Logitech Z120

Logitech, para pengguna komputer pasti sudah tidak asing lagi dengan brand yang satu ini. Logitech sudah lama dikenal lewat produk-produk aksesori komputernya, seperti mouse, keyboard, headset & speaker. Umumnya, produk-produk aksesori komputer memiliki kualitas suara yang biasa-biasa saja untuk produk audionya. Namun tidak untuk speaker portable 2.0 tipe Z120 ini.
Sepintas terlihat speaker Logitech Z120 memiliki penampilan yang biasa-biasa saja, dengan casingyang terbuat dari bahan plastik berwarna putih. Speaker ini mendapat tenaga dari power USB & terdapat tombol di speaker kanan untuk menghidupkan & mengatur volumenya sekaligus.
Awalnya, sempat terbersit keraguan apakah Logitech Z120 mampu menghadirkan kualitas suara seperti yang diharapkan, mengingat brand ini tidak fokus di pengembangan sektor audionya. Namun keraguan itu terjawab sudah ketika speaker dinyalakan & dipasang pada discman Aiwa. Kualitas suara yang dihasilkan… hmm ternyata cukup memukau & di atas rata-rata speaker portable 2.0 dengan rentang harga yang sama.
Berbeda dengan umumnya speaker portable 2.0, Logitech Z120 mampu menghadirkan kualitas suara yang cukup jernih & jauh dari distorsi sektor bass. Suara vokal terdengar jernih & tidak pecah di nada-nada tinggi, artikulasi suara dari sang penyanyi juga cukup jelas. Sementara separasi (pemisahan suara) antara instrument alat musik satu dengan yang lain cukup terasa & tidak saling menumpuk. Sektor treble pun masih terdengar renyah & tidak tumpul.
Karena Logitech Z120 merupakan speaker 2.0, maka sektor bass yang lebih menonjol adalahmidbass (frekuensi bass yang lebih tinggi daripada lowbass). Hal ini bisa dimaklumi karena tidak adanya subwoofer yang biasanya menghasilkan lowbass (frekuensi bass yang lebih rendah daripadamidbass). Meskipun demikian, midbass pada speaker ini masih terkontrol & tidak sampai mengakibatkan sektor vokal & suara instrument tenggelam.
Secara keseluruhan, Logitech Z120 bisa dikatakan memiliki karakter balance & cocok untuk hampir semua genre musik. Sesuai dengan ukurannya yang portable & tidak memiliki subwoofer, speaker ini akan lebih optimal apabila digunakan pada ruangan-ruangan kecil seperti kamar, apalagi tenaga Logitech Z120 tidak sebesar speaker 2.1. Karena kondisinya itulah, genre-genre seperti jazz, pop, blues, rock/metal, jpop/jrock, akustik, orkestra masih bisa direpresentasikan dengan baik. Sementara untuk genre RnB, hiphop, kpop, dubstep, trance yang lebih mengedepankan lowbass tidak bisa berharap terlalu banyak.
Harganya yang tidak sampai 150 ribu, tak diragukan lagi menjadikan Logitech Z120 sebagai salah satu speaker portable 2.0 yang memiliki nilai best price to performance atau kualitas melebihi harganya & sangat layak dimiliki oleh para pemula hobyist audio maupun para pecinta audio yang ingin memanjakan telinganya dengan speaker portable nan murah meriah berkualitas.
Kiranya cukup sekian ulasan kali ini tentang speaker portable 2.0 Logitech Z120, semoga dapat menambah wawasan pengetahuan bagi para pemula hobyist audio maupun para pecinta audio. Lakukanlah audisi terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan apabila waktu & tempatnya memungkinkan agar tidak terjadi penyesalan di kemudian hari. :)
Well, menurut om pwib313 di blognya sih nyebutin kalo speaker ini mempunyai nilai best price to performance. Gimana menurut admin MGAudio? jujur aja admin belom pernah nyobain speaker ini jadi ga bisa kasih impressi, tapi dari segi portabilitas jelas speaker ini menang telak dibanding speaker aktif yang punya channel 2.1, Have a good day!


Referensi: Omekimai

Minggu, 13 Desember 2015

Review dBe SP66N

Hello lads! Kali ini kita bahas speaker yuk. Yap speaker juga termasuk barang audio kerhor toh? Kalo ngomongin speaker kerhor buatan lokal pasti bayang bayang dBe ga bisa lepas dari benak kita. Merk ini emang oke banget menurut admin, bisa memberikan price value yang diatas rata rata speaker lokal maupun luar sekalipun. Nah yang mau admin bahas kali ini adalah speaker dBe SP66n. Speaker ini udah admin sekitar bulan juli 2014 di toko dBe nya langsung di plaza semanggi. So, kaya gimana bentuk dan impresinya, check this out:

Mini Review dbE SP66n USB Multimedia Speaker. 

Mohon maaf nubie mau sharing Speaker baru dari dbE yaitu sp66n pengganti dari SP66.
di harga 300rb an apakah bisa bersaing dengan merk2 lain. Apa price performnya seperti kakak2nya?

Unboxing
Dus sama dengan SP99 dan SP66. Warna putih dengan gambar speaker. Spesifikasi jelas tertera di luar. Dalamnya gabus cukup tebal cukup untuk melindungi speaker dari goncangan pada saat pengiriman. Untuk beratnya total dengan dus saat pengiriman tertera 5,5kg.

Tampilan luar dengan finishing kayu cat cokelat tua doff. Terlihat elegan . Kayu bagian satelitnya tebal sekitar 1 cm. untuk subnya 2cm. Grill satelitnya belum di coba apakah bisa di buka atau tidak, kayaknya agak susah  

dbe sp66n |



Bagian depan ada tombol volume, treble dan bass, ketika dinyalakan volumenya berpendar cahaya biru, dibawahnya ada slot SD card dan USB untuk play langsung dari USB atau SD card. disertai dengan tombol play/pause, next dan mode untuk memilih mode USB/RCA.
Pada bagian bawah ada bass port dengan saringan di dalamnya mencegah sesuatu yang tidak di inginkan masuk ke dalam 
dbe sp 66n |


Test Suara
Sebelumya maaf kalo bahasa yang saya gunakan bahasa awam. Karena kuping orang awam bukan kuping master. .

Sebelum burn in suara yang dihasilkan bass boomi kurang empuk dan detail kurang keluar. Tapi setelah coba burn in 12jam x 6hari . Suara kok beda banget,.Hasilnya udah mulai keliatan, bass lebih empuk detail nambah dan treble keluar (walau agak boomy kalau volume bass posisi full.)
Untuk sp66n ini karakternya detailnya bagus (nice dbE), bass deep agak boomy dan cukup cepat , lebih dominan vocalnya (vocal lebih maju) treeble kalo menurut saya pas, tidak berlebihan (tidak cis cis banget).  
*setelan bass dan treble jam 2, volume jam 9

  • Lagu 

    1.Susan Wong - Bille Jean.mp3 via Macbook + RM20
    Detail, bass dan treble lebih keluar di banding pake kabel bawaan. 
    Vocalnya enak, jelas banget.kecapan2 juga jelas. Instrument jelas. Treble pas, basnya juga pas. Disini saya bandingkan dengan speaker S*n*c gr ev7 saya lebih bagus SP66n. kalo S*n*c gr ev7 bassnya berlebih, detailnya hilang. Contohnya seperti gesekan fret gitar masih bisa kedengeran di SP66n sedangan S*n*c gr ev7 tidak ada.

    2. Susan Wong - Bille Jean.mp3 via SD card
    Kalo play pake SD/USB suaranya jadi lebih keras , volume jam 9 aja keras banget. Beda dengan di Mac/iPhone. Untuk hasil suaranya kurang lebih sama dengan pake kabel rm20., apa artinya proses pengolahannya bagus,saya kurang paham juga.,Cuma kalo di play dari SD / USB ada noise. Noise lebih keras di USB Mode ada suara kresek2 lumayan keras. Baru hilang di volume jam 9 ketutup sama lagunya. Kalo play pake SD Card noisenya agak kecil bunyinya (tek tek). Ketika perpindahan lagu juga ada noise seperti pembacaan data. 
    (saya lebih suka play pake SD Card. bisa di tinggal2 hehe,. ga harus khawatir charge.)

    Link Soundcloud test sp66n direkam pake iPhone.  http://snd.sc/13Sbwm5
  • Movie

    Transformers 3 – Dark Of The Moon
    Menurut saya cukup keren untuk nonton film, bassnya juga lumayan untuk mengisi ledakan2 pada saat penyerangan di Chernobyl. Pas optimus memotong shockwave, bassnya daleemm banget…  

Kesimpulan

  • Karakter Lebih condong ke balance detail bagus,,vocal yang jelas(vocal lover) dan bass deep aga boomy kalau di full
  • Menurut saya lebih cocok ke musiknya bossas, jazz, acoustic. Seperti susan wong, Sabrina, boyce avenue, atau instrumental jazz.(cocok sama selera saya). Detail bisa keluar semua, kecapan, gesekan fret gitar juga keluar,.
    Kalo rock distorsi agak kurang di snare drum sama bass drum, dan mid bass yang kadang agak tumpuk. (lagu tertentu)
  • Stagingnya luas, jarak pemisahan cukup baik.
  • Play di USB dan SD card ada noise cukup mengganggu kalo volume dibawah jam 9.
  • Ada sedikit dengung di satelit.
  • Slot USB/SD card tidak bisa play flac,m4a. Hanya bisa mp3.
  • Worth to buy di harga 300rb  ada sedikit kekurangan wajar, tapi hasilnya saya puas dengan kualitas suara dbE



Nilai Total 8/10

Yap seperti itu lah mini review dari agan i.mac melalui postingannya di kaskus. Menurut pendapat admin pribadi emang speaker ini ga mengutamakan bass seperti speaker aktif buatan lokal lainnya, sp66n ini lebih balance dan netral jadi bisa melahap semua gendre musik dengan baik. Dengan build quality dari kayu yang terkesan mewah dan tambahan fitur multimedia seperti sdcard & flashdisk support, admin sangat merekomendasi dBe SP66n ini sebagai pilihan kalau kalian mau beli speaker aktif dengan budget dibawah 500ribu. Have a good day!




Referensi: Kaskus.co.id

Rabu, 09 Desember 2015

Review Moxpad X6

Hello lads! Kembali lagi nih admin mau ngereview earphone tipe monitoring (iem). Yup sesuai judul ini adalah Review Moxpad X6 . Moxpad X6 ini merupakan versi kedua setelah Moxpad X3. Ada 4 pilihan warna untuk iem ini, yaitu merah, biru, hitam dan merah-biru. 
4 Varian Warna Moxpad X6|
Salah satu yang unik dari iem ini yang bikin dia berbeda dengan iem iem sekelasnya adalah kabelnya bisa di lepas (detachable) dari housingnya. Di copot disini maksudnya bukan di copot paksa yang ujung ujungnya rusak ya tapi dicopot untuk di replace dengan kabel lain sesuka hati.
Moxpad X6|

Bentuknya yang bisa di "cantolin" di kuping memang terlihat sporty dan nyaman dipake. Tapi jangan salah, ga semua orang cocok dengan desain ini lho....
Dengan banderol seharga 300ribuan kita bakal dapet apa aja sih? yuk langsung aja kita mulai:
 
Packaging and Build Quality 
Packaging cukup simpel: hanya box, tidak ada pelapis plastik. Saat dibuka, ada IEM di situ dengan tips triple flange (kabel belum terpasang) dan ada case earphone yang cukup kuat dan tebal (yang pernah punya Moxpad X3 mungkin tahu), sangat terlihat eksklusif. Di dalam case terdapat detachable cable dengan MMCX pin (pin ala Shure) dengan kabel yang cukup panjang (sekitar 1.3m) dengan gold plated connector yang cukup slim (mudah untuk masuk ke smartphone yang casenya agak tebal sekalipun) dan ada tiga tips silikon (S,M,L). Sejauh saya lihat, kabelnya cukup fleksibel dan ringan, tidak memberatkan. Di kabel sisi kanan juga ada mic untuk telpon bagi pengguna smartphone.

IEM terasa ringan, tapi tidak ringkih. Saat saya sambungkan IEM ke kabel, terasa konektornya solid dan tidak rattle sama sekali. Impresif. Saya coba mengingatkan diri sendiri bahwa ini di bawah 300k.. Dan saya belum pernah menemukan IEM seperti ini di bawah 300k. Kabel didisain untuk dipakai over ear dengan memory wire yang membuat kabel ini akan 'diam' dan menyesuaikan dengan bentuk telinga. Semua ini mengingatkan saya kepada Shure SE215 dalam hal disain (dan harga barunya 1,4 juta saat promo). Sungguh, sungguh mengesankan untuk IEM yang harganya tidak sampai sepertiganya saat saya beli. Build quality wise, no complaint whatsoever. Thumbs up!

Sound Quality
Saat baru keluar dari box dan langsung dicolok, saya langsung merasakan 'ini bass banyak amat ya. mid dan treble berasa ngumpet, kayak dibully'. Ya, saya ngerasa ini terlalu bassy (bloated, tidak terkontrol), mid relatif mundur tersamar dan treble yang diharapkan tidak terlihat. Malah yang ada pedes-pedes dikit (sibilance) di frekuensi yang kurang diharapkan.. Jadi setelah itu saya burn in (didiamkan play lagu random dengan volume sedang) selama kurang lebih 2-3 jam sebelum mendengerkan lagi. Setelah selesai burn in..

Bass: jauh lebih terkontrol daripada awal. Memang, kuantitasnya lebih banyak dari semua IEM yang pernah saya punya (seperti label pada box, IEM ini ditune untuk bass lover, jadi gak komplain deh soal ini), tapi kali ini kuantitas sedikit lebih sopan. Mungkin karena bassnya merapat dan jadi lebih rapi dibandingkan awal.. Lebih bisa berterima di telinga saya. 
Mid: Sekarang midnya sudah gak malu-malu, muncul bareng bass. Walau kerasa bassnya masih lebih besar, mid seperti tidak mau kalah dan cukup maju, sweet..
Treble: Treble sekarang muncul juga, tapi dia muncul dengan porsi tahu diri.. Seakan menyadari dia adalah pemanis dan pelengkap, bukan menu utama. Treble muncul untuk detil yang cukup bagus, tapi tidak bisa diharapkan menyaingi micro details yang bisa didengarkan di IEM berharga satu juta ke atas - apalagi balanced armature. Untuk ukuran dynamic driver, detil yang dimunculkan treble terbilang 'oke lah', tidak sampai kelas 'wah' menurut saya. 

Overall, IEM ini dari segi tuning dan fitting sangat mengesankan saya untuk bernostalgia ke IEM pertama saya: Shure SE215. Disain super mirip, comfort juga cukup mirip, dan tuning karakternya juga sangat mirip. I'll say this is a poor man's SE215. Jika 3-4 tahun lalu SE215 dianggap entry level IEM Audiophile, Moxpad X6 bisa dianggap seperti itu sekarang. Secara kualitas suara, untuk harga segini saya anggap sangat mengesankan. Jauh melebihi harga yang dibandrol.. Untuk rentang harga di bawah 400k, ini sangat menggoda untuk yang baru mencoba dunia audio. Kabel yang detachable juga sangat menjadi fitur plus, kalau-kalau kabel bawaan rusak. Sangat mudah untuk mengganti dan bisa bereksperimen dengan tipe-tipe kabel lain. Disain overear juga membantu sound isolation dan fitting yang nyaman. Untuk detail lover, saya sarankan untuk melirik IEM lain karena Moxpad X6 jelas memposisikan diri sebagai fun IEM, dan untuk itu dia sangat berhasil. Sweet mids, enjoyable bass and right amount of treble.

Pros :
+ price to performance yang mengesankan
+ Tuning suara yang tidak bikin telinga capek
+ impressive build and feature (detachable cable)
Cons :
- IEM terasa agak ringan housingnya (agak bikin takut kadang)
- Pin connector akan bermasalah nantinya, suara bisa hilang-hilang (masalah mmcx pin)
- not enough details for me (saya suka bass, tapi bukan bass heavy lover)

Kesimpulan
Untuk harga segini, saya bisa katakan ini great deal for your budget. Sangat pantas dicoba jika kamu pengen tau rasanya punya SE215 tapi belom punya budget sampe sana. Ini mungkin batu lompatan pertama kamu untuk dunia audio yang lebih baik.. 
Nah kurang lebih seperti itu review menurut agan starving marvin di forum kaskus. Admin sendiri dulu pernah punya iem ini, cuma fitting yang kurang pas buat kuping admin maka alhasil admin lego lagi deh ini iem. Makanya sebelumnya admin bilang kalo iem ini belum tentu cocok untuk semua orang... So saran admin sih mending dicoba dulu sebelum membeli agar tidak terjadi penyesalan di kemudian hari, have a good day!
 
 
 
 
Referensi: Kaskus.co.id

Minggu, 22 November 2015

Review ISK AT 2000

Hello lads! Pada artikel kali ini admin MG Audio akan menuliskan lagi review dari salah satu item kerhor koleksi admin, yaitu Headphone ISK AT 2000. Yak lagi lagi merek ini memang kurang tersohor. Namun seperti salah satu slogan nya komunitas kerhor, "we listen to music, not brand". Jadi jangan remehkan dulu sebuah barang yang mereknya ga terkenal sebelum lihat impresi/review dan cobain sendiri!  
 
Fisik
ISK AT 2000|
 
Well, memang kalo diliat fisiknya sih ini headphone biasa aja ya, maklum lah harganya di kisaran dibawah 300k. Housing terbuat dari plastik tapi cukup solid juga kalo di pegang, kabelnya juga cukup tebal. Gak terkesan murahan lah pokoknya. Busa juga cukup empuk tapi gak terlalu besar, untuk orang yang daun telinga nya agak besar dalam pemakaian jangka panjang (lebih dari 3jam) bakalan sakit tuh daun telinga nya.
 
Suara 
Nah ini dia bagian paling menarik dari headphone ini, suaranya... Buat admin ini cocok banget di kuping, Low nya punya impact tapi ga berlebihan dan masih terkontrol. Buat nyetel lagu yang butuh speed juga ga keteteran. High nya juga enak, sparkling namun juga ga berlebihan apalagi sampe bikin kuping sakit. Dan mid nya pun terdengar bersih, suara vocal terdengar sangat jelas. Soundstage lumayan luas dan detail yg kecil kecil dapet. Bakalan banyak denger suara baru dari lagu yang sama disini kalo biasa pake headphone "B" kw. FYI ini headphone admin beli di toko rekaman, menurut yang jual emang headphone ini sering di pake buat di studio studio teruatama buat monitoring suara rekaman yang baru aja dibuat, jadi headphone ini emang biasa digunakan untuk analisis suara suara yang kurang berkenan saat proses rekaman.
 
Kesimpulan
Worth it? banget! Ini headphone yang menurut admin paling recommend di kisaran 200ribuan. Price to qualitynya sangat baik. Salah satu dari sekian headphone yang bakal berasa 2 atau 3x lipat kualitas nya daripada harga aslinya .
 
Oke segitu dulu review singkat dari admin MG Audio untuk headphone ISK AT 2000, semoga bermanfaat.

Kamis, 12 November 2015

Review Phrodi Pod M-201

Hello lads! Ini adalah posting review pertama di blog MG Audio tentang barang kerhor pertama yang admin punya, yaitu Phrodi Pod M-201. Apakah gerangan itu merek Phrodi? kepanjangan dari Phrogram Studi?? Haha bukan bukan, Phrodi ini merek dari negeri tirai bambu yang mana emang kebanyakan barang kerhor asalnya dari cina sih. Nah kenapa dulu admin beli IEM ini? Yaaa simply because ini salah satu IEM kerhor termurah pada saat itu (gak sampe 200k) yang menyediakan mic dan ada tombol buat ngangkat telfon. Ya sebenernya sih bukan fitur untuk menelfon nya yang admin cari tapi tombol buat ngangkat telfon nya itu bisa dipake untuk play (tekan 1x), next (tekan 2x) dan previous song (tekan 3x) pada smartphone jadi ga usah susah susah buat nge buka layar untuk melakukan 3 hal tersebut. Oke langsung aja kita mulai dari fisik alias packaging yaa

Packaging
Phrodi M201 Earphone with Microphone - POD-M201 - Red - 7
Contoh penampakannya (dari google)
Terlihat dari gambar ya packagingnya biasa aja sih cuma dikasih kotak seperti kaca (padahal plastik) persegi panjang kira kira segede 2x kotak rokok mild. Di dalem nya berisi earphone, eartips 3 ukuran (termasuk yang nempel di earphone) sama kabel ekstensi jack CTIA buat yang hpnya belom support (kaya sony erricson jadul). Untuk material earphone nya sendiri sih cukup solid, bahannya terbuat dari logam dan kabelnya model pipih biar ga kusut kusut. Namun yang admin bingung ada tulisan me dan you nya di belakang body dari earphone, maksudnya apa sih 

Sound Quality
Oke review fisik udah sekarang waktunya impresi, impresi singkat aja ya gausah panjang panjang hehe jadi menurut kuping admin kurang lebih seperti ini:

- Bass: Lumayan rapih, ga boomy dan ga tipis tipis amat. Bass nya pas buat yang ga mentingin bass diatas segalanya.

- Vocal: Jelas, berasa banget bagi yang sebelumnya pake earphone yg cuma bawaaan handphone ataupun yang sebelumnya cuma pake earphone kw kw-an (seperti admin dulu ) bakalan denger suara suara yang dulu gak kedengeran.

- Treble: Agak harsh sih di sektor ini, tapi masih oke lah ga bikin kuping sakit kok masih dalam batas wajar apalagi kalo ingat harganya.

- Soundstage dan separasi: Soundstage cukup luas, separasi antar instrumen juga cukup bagus.

Kesimpulan
Yak, bedasarkan tulisan tulisan diatas juga udah bisa ketebak kesimpulannya IEM ini oke banget buat yang baru masuk dunia kerhor (baca: baru keracunan). Karakter IEM ini memang all-round alias di tengah tengah, tidak condong ke bass, vocal, maupun treble. Jadi cenderung bisa memainkan lagu dengan gendre gendre yang berbeda dengan cukup baik. Karena ini IEM maka suara luar yang terdengar minim alias noise isolation nya cukup baik. 

Oke segitu aja tulisan dari admin semoga bermanfaat, have a good day! 

Selasa, 10 November 2015

Kosa Kata Dunia Audio

Yak kali ini admin bakalan memposting artikel buat kosa kata kosa kata yang mungkin akan terdengar aneh ketika nantinya ada posting posting yang berhubungan dengan review atau impressi. Check it out: 

Aggressive - Forward and bright sonic character.
Airy - Spacious. Open. Instruments sound like they are surrounded by a large reflective space full of air. Good reproduction of high frequency reflections. High frequency response extends to 15 or 20 kHz.
Ambience - Impression of an acoustic space, such as the performing hall in which a recording was made.
Analytical - Highly detailed.
Articulate - Intelligibility of voice(s) and instruments and the interactions between them.
Attack - The leading edge of a note and the ability of a system to reproduce the attack transients in music.
Attack (2) - The time taken for a musical note to reach its peak amplitude eg. notes will tend to sound more defined rather than blended with other notes.
Balance - essentially tonal balance, the degree to which one aspect of the sonic spectrum is emphasized above the rest. Also channel balance, the relative level of the left and right stereo channels.
Bass - The audio frequencies between about 60Hz and 250Hz.
Bassy - Emphasized Bass.
Blanketed - Weak highs, as if a blanket were put over the speakers.
Bloated - Excessive mid bass around 250 Hz. Poorly damped low frequencies, low frequency resonances. See tubby.
Burred - Poor transient response. Vague stereo imaging not focused.
Body - Fullness of sound, with particular emphasis on upper bass; opposite of Thin.
Boomy - Excessive bass around 125 Hz. Poorly damped low frequencies or low frequency resonances.
Boxy - Having resonances as if the music were enclosed in a box. Sometimes an emphasis around 250 to 500 Hz.
Breathy - Audible breath sounds in woodwinds and reeds such as flute or sax. Good response in the upper mids or highs.
Bright - A sound that emphasizes the upper midrange/lower treble. Harmonics are strong relative to fundamentals.
Brilliance - The 6kHz to 16kHz range controls the brilliance and clarity of sounds. Too much emphasis in this range can produce sibilance on the vocals.
Chesty - The vocalist sounds like their chest is too big. A bump in the low frequency response around 125 to 250 Hz.
Clear - See Transparent.
Closed - A closed-in sound lacking in openness, delicacy, air, and fine detail usually caused by Roll-off above 10kHz; in contrast to Open.
Congested- Smeared, confused, muddy, and flat; lacking transparency.
Coloured - Having timbres that are not true to life. Non flat response; peaks or dips.
Cool- Moderately deficient in body and warmth, due to progressive attenuation of frequencies below about 150Hz.
Crisp - Extended high frequency response, especially with cymbals.
Dark - A tonal balance that tilts downwards with increasing frequency. Opposite of bright. Weak high frequencies.
Decay - The fadeout of a note, it follows the attack.
Definition (or resolution) - The ability of a component to reveal the subtle information that is fundamental to high fidelity sound.
Delicate - High frequencies extending to 15 or 20 kHz without peaks.
Depth - A sense of distance (near to far) of different instruments.
Detail - The most delicate elements of the original sound and those which are the first to disappear with lesser equipment.
Detailed - Easy to hear tiny details in the music; articulate. Adequate high frequency response, sharp transient response.
Dry - Lack of reverberation or delay as produced by a damped environment. May comes across as fine grained and lean. Opposite of Wet.
Dull - See Dark.
Dynamic - The suggestion of energy and wide dynamic. Related to perceived speed as well as contrasts in volume both large and small.
Edgy - Too much high frequency response. Trebly. Harmonics are too strong relative to the fundamentals. Distorted, having unwanted harmonics that add an edge or raspiness.
Euphonic - An appealing form of distortion that generally enhances perceived fidelity, often ascribed to the harmonic elaborations of some valve amps.
Fast - Good reproduction of rapid transients which increase the sense of realism and "snap".
Fat - See Full and Warm. Or, spatially diffuse; a sound is panned to one channel, delayed, and then the delayed sound is panned to the other channel. Or, slightly distorted with analogue tape distortion or tube distortion.
Focus - A strong, precise sense of image projection.
Forward(ness) - Similar to an aggressive sound, a sense of image being projected in front of the speakers and of music being forced upon the listener. Compare "Laid-back".
Full - Strong fundamentals relative to harmonics. Good low frequency response, not necessarily extended, but with adequate level around 100 to 300 Hz. Male voices are full around 125 Hz; female voices and violins are full around 250 Hz; sax is full around 250 to 400 Hz. Opposite of thin.
Gentle - Opposite of edgy. The harmonics (of the highs and upper mids) are not exaggerated, or may even be weak.
Grainy - A slightly raw, exposed sound which lacks finesse. Not liquid or fluid.
Grip - A sense of control and sturdiness in the bass.
Grungy - Lots of harmonic or I.M. (Intermodulation) distortion.
Hard - Too much upper midrange, usually around 3 kHz. Or, good transient response, as if the sound is hitting you hard. Uncomfortable, forward, aggressive sound with a metallic tinge.
Harsh - Grating, abrasive. Too much upper midrange. Peaks in the frequency response between 2 and 6 kHz. Or, excessive phase shift in a digital recorder's low pass filter.
Headstage - The perception of the Soundstage while listening to headphones.
Highs - The audio frequencies above about 6000 Hz.
High Midrange (High Mids, Upper Mids) - The audio frequencies between about 2kHz and 6kHz.
Hollow - Recessed mids.
Honky - Like cupping your hands around your mouth. A bump in the response around 500 to 700 Hz.
Imaging - The sense that a voice or instrument is in a particular place in the room.
Juicy - Sound that has joie de vivre, energy and life.
Laid-back - Recessed, distant-sounding, having exaggerated depth, usually because of a dished midrange. Compare "Forward".
Liquid - Textureless sound.
Low Level Detail - The quietest sounds in a recording.
Low Midrange (Low Mids) - The audio frequencies between about 250Hz and 2000Hz.
Lush - Very Rich/Full.
Lush (2) - A "lush" sound has a sense of warmth and fullness. Notes are more authoritative and have a sense of life about them. It is a sound free of any sibilance or brightness. It does not mean colored, however. It is an open and inviting sound enveloping the listener into its soundstage. (source: unkown headfier)
Mellow - Reduced high frequencies, not Edgy.
Midrange (Mids) - The audio frequencies between about 250 Hz and 6000 Hz.
Muddy - Not clear. Weak harmonics, smeared time response, I.M. distortion.
Muffled - Sounds like it is covered with a blanket. Weak highs or weak upper mids.
Musical (or musicality) - A sense of cohesion and subjective "rightness" in the sound.
Nasal - Honky, a bump in the response around 600 Hz.
Naturalness - Realism.
Opaque - Unclear, lacking Transparency.
Open - Sound which has height and "air", relates to clean upper midrange and treble.
Pace - Often assoc. with rhythm, a strong sense of timing and beat.
Piercing - Strident, hard on the ears, screechy. Having sharp, narrow peaks in the response around 3 to 10 kHz.
PRaT - Pace, Rhythm and Timing
Presence Range - The presence range between 4kHz and 6kHz is responsible for the clarity and definition of voices and instruments. Increasing this range can make the music seem closer to the listener. Reducing the 5kHz content makes the sound more distant and transparent.
Presence - A sense that the instrument in present in the listening room. Synonyms are edge, punch, detail, closeness and clarity. Adequate or emphasized response around 5 kHz for most instruments, or around 2 to 5 kHz for kick drum and bass.
Puffy - A bump in the response around 500 Hz.
Punchy - Good reproduction of dynamics. Good transient response, with strong impact. Sometimes a bump around 5 kHz or 200 Hz.
Range - The distance between the lowest and highest tones.
Resolution (or Resolving) - See Definition
Rich - See Full. Also, having euphonic distortion made of even order harmonics.
Roll-off (Rolloff) - The gradual attenuation that occurs at the lower or upper frequency range of a driver, network, or system. The roll-off frequency is usually defined as the frequency where response is reduced by 3 dB.
Round - High frequency rolloff or dip. Not edgy.
Rhythm - The controlled movement of sounds in time.
Saturation - The point at which a magnetic tape is fully magnetized and will accept no more magnetization.
Seismic - Very low bass that you feel rather than hear.
Shrill - Strident, Steely.
Sibilant (or Sibilance) - "Essy", exaggerated "s" or "sh" sounds in vocals. Sibilant sounds carry most of their energy through the 4Khz to 8Khz range, but can extend to 10kHz, depending on the individual. Sibilance is often heard on radio.
Sizzly - See Sibilant. Also, too much highs on cymbals.
Smeared - Lacking detail; poor transient response, too much leakage between microphones; poorly focused images.
Smooth - Easy on the ears, not harsh. Flat frequency response, especially in the midrange. Lack of peaks and dips in the response.
Snap - A system with good speed and transient response can deliver the immediacy or "snap" of live instruments.
Soundstage - The area between two speakers that appears to the listener to be occupied by sonic images. Like a real stage, a soundstage should have width, depth, and height.
Spacious - Conveying a sense of space, ambiance, or room around the instruments; stereo reverb; early reflections.
Speed - A fast system with good pace gives the impression of being right on the money in its timing.
Steely - Emphasized upper mids around 3 to 6 kHz. Peaky, non flat high frequency response. See Harsh, Edgy.
Strident - See Harsh, Edgy.
Sturdy - Solid, powerful, robust sound.
Sub-Bass - The audio frequencies between about 20Hz and 80Hz.
Sweet - Not strident or piercing. Delicate. Flat high frequency response, low distortion. Lack of peaks in the response. Highs are extended to 15 or 20 kHz, but they are not bumped up. Often used when referring to cymbals, percussion, strings, and sibilant sounds.
Telephone Like - See Tinny.
Texture - A perceptible pattern or structure in reproduced sound.
Thick - A lack of articulation and clarity in the bass.
Thin - Fundamentals are weak relative to harmonics; bass light.
Tight - Good low frequency transient response and detail.
Timbre - The tonal character of an instrument
Timing - A sense of precision in tempo.
Tinny - Narrowband, weak lows, peaky mids. The music sounds like it is coming through a telephone or tin can.
Tone - The sound of definite pitch.
Transient - The leading edge of a percussive sound. Good transient response makes the sound as a whole more live and realistic.
Transparent - Easy to hear into the music, detailed, clear, not muddy. Wide flat frequency response, sharp time response, very low distortion and noise. A hear through quality that is akin to clarity and reveals all aspects of detail.
Treble - The highest part of music and voice. See Highs. (Most often used when referring to the treble control on amplifiers).
Tubby - Having low frequency resonances as if you're singing in a bathtub. See bloated.
Upper Midrange (Upper Mids, High Mids) - The audio frequencies between 2 kHz and 6 kHz.
Veiled - Like a silk veil is over the speakers. Slight noise or distortion or slightly weak high frequencies. Loss of detail due to limited transparency.
Warm - Good bass, adequate low frequencies, adequate fundamentals relative to harmonics. Not thin. Also excessive bass or mid bass. Also, pleasantly spacious, with adequate reverberation at low frequencies. Also see Rich, Round. Warm highs means sweet highs.
Wet - A reverberant sound, something with decay. Opposite of Dry.
Weighty - Good low frequency response below about 50 Hz. A sense of substance and underpinning produced by deep, controlled bass. Suggesting an object of great weight or power, like a diesel locomotive.
Woolly - Loose, ill-defined bass. 

Banyak ya? haha tenang ga usah di afalin semua kok, yang nanti bakal sering nongol udah admin tandain dengan huruf bold, semoga bermanfaat lads!




Sumber: Om Gobedh 

Kamis, 05 November 2015

Biar Nggak Salah Kaprah


Hello lads! Kali ini admin MG Audio ingin "meluruskan" sesuatu yang sering "tidak lurus" di masyarakat, Apakah itu? yaa tentunya ga jauh jauh dari urusan audio lah, admin akan menjelaskan bedanya earphone, headphone, dan headset, biar ga ketuker tuker lagi  
Berikut ini nih penjelasannya: (dikutip dari blognya om gobedh, izin ya om)


Earphone:

Earphone
Sudah dijelaskan sebelumnya, earphone adalah alat yang dapat mengubah energi listrik menjadi gelombang suara yang ditempelkan dekat ke lubang telinga. Earphone saat ini dibagi menjadi earbud dan IEM

Earbud
Earbud adalah earphone yang penempatannya ada di bagian luar rongga telinga, tepatnya di mulut dari lubang telinga.
Kelebihan : ringkas, portabel, harga relatif lebih terjangkau
Kelemahan : isolasi suara jelek

IEM (In Ear Monitor)
IEM adalah earphone yang peletakannya masuk ke dalam lubang telinga
Kelebihan : ringkas, portabel, isolasi suara bagus
Kelemahan : tidak semua orang nyaman memakainya

Earclip
Biasanya driver dan housing berukuran besar, hampir sama dengan ukuran headphone portabel. Pemakaiannya menggunakan clip yang dilingkarkan ke atas telinga
Kelebihan : portabel, ringkas, biasanya (bukan berarti semuanya) Anda akan mendapatkan headphone-like sound
Kelemahan : tidak nyaman untuk pemakaian dalam waktu yang lam
Headphone:

Headphone
Headphone adalah earphone yang memiliki bando yang dilingkarkan ke kepala. Headphone sendiri banyak jenisnya, dibagi berdasarkan bentuk pad dan desain cup (penutup driver).
Berdasarkan bentuk padnya, headphone dibagi menjadi headphone supra-aural (on ear) dan circumaural (fullsize)
Supraaural (on ear)

Pad dari headphone menempel di daun telinga, biasanya digunakan oleh headphone-headphone portabel, karena bentuknya bisa menjadi kecil dan tidak terlalu menyita tempat ketika dibawa-bawa
Kelebihan : biasanya (bukan berarti semuanya) ukuran tidak terlalu besar
Kelemahan : kurang nyaman untuk pemakaian dalam waktu yang lama

Circumaural (fullsize)
Pad dari headphone mengelilingi daun telinga
Kelebihan : nyaman digunakan untuk waktu yang lama
Kelemahan : biasanya ukurannya besar, kurang portabel

Berdasarkan desain cupnya, headphone dibagi menjadi headphone openback, semiopen, dan closeback.
Openback

Bagian belakang earcup/penutup driver dari headphone berventilasi atau hanya ditutupi mesh, sehingga suara yang dihasilkan oleh driver bergerak bebas melewati earcup. Bagus untuk digunakan di dalam ruangan atau lingkungan yang sepi.
Kelebihan : biasanya (bukan berarti semuanya) suaranya lebih open dan airy
Kelemahan : isolasi jelek, noise dari lingkungan bisa terdengar oleh Anda, dan suara musik yang Anda dengar pun bisa terdengar dengan keras oleh orang sekitar

Closeback
Bagian belakang earcup/penutup driver dari headphone berbahan solid dan tertutup rapat.
Bagus untuk monitoring, atau penggunaan di lingkungan yang berisik.
Kelebihan : isolasi suara bagus, biasanya (bukan berarti semuanya) detailnya lebih bagus (karena faktor isolasi yang bagus)
Kelemahan : biasanya (bukan berarti semuanya) less airy dibanding openback

Semiopen
Pada dasarnya desainnya sama dengan closeback, hanya saja diberi ventilasi udara. Karakteristiknya lebih mendekati ke openback headphone.

Headset:
Headset
Headset merupakan perpaduan headphone dan mic. Banyak digunakan untuk keperluan komunikasi atau gaming
Gimana? udah dibuka semua kan spoilernya? Udah ngerti kan sekarang? Intinya sih kalo Earphone itu yang bentuknya kecil yang biasanya dapet kalo kita beli handphone baru. Kalo Headphone yg rada gedean yg suka dipake sama DJ DJ gitu. Kalo Headset dia basicly sama kaya headphone cuma dia ada tambahan mic nya aja buat nge game kan seru tuh bisa sambil ngobrol hehehe.

Oke segitu aja dulu artikel kali ini, have a good day!