Kamis, 24 Desember 2015

Review TTPOD T1E

Hello lads! Sepertinya ini akan jadi review terakhir di blog ini. Mengapa begitu? hmm.... alasannya masih belum bisa di kemukakan sekarang, mungkin kalo admin ga males nulis nanti januari bakalan ada post yg menjelaskan mengapa admin membuat blog yang agak aneh ini. Well karena ini review terakhir maka admin mau beberkan review tentang the best iem yang admin miliki saat ini, yaitu TTPOD T1E. Kaya gimana reviewnya, langsung aja ya:

TTPOD T1E Colors


Ttpod t1e merupakan iem yg berasal dr negeri tirai bambu . Soal suara jangan diragukan lagi , kualitas suara dapat disejajarkan dengan vsonic atau hifiman . E dari ttpod berarti enchanced . Artinya ada sektor yang ditambah kuantitas nya.
Berikut saya jabarkan berdasarkan beberapa aspek


Build Quality : Untuk kisaran harga 600rb kita dapat iem dengan kesan solid , transparent housing dengan dual driver , dipadukan dengan OFC ( Oxygen free copper ) cable yang memberi suara yang lebih define . Score : ( 4/5) Good
Packaging : untuk harga yang ditawarkan ttpod memberikan iem ini dalam boks yang ringkas dan brand yang di emboss gold pada boks memberi kesan elegan . Score : n/a


Accesories : standar artinya harga yg ditawarkan mendapat 3 silicone flange , pouch , clip , dan kartu garansi , tips default yang ditawarkan cukup nyaman untuk dipakai , memberi isolasi yang cukup baik . Score : 3/5 ( Average )
Kita lihat dari sektor sound nya dibagi menjadi 3 :
Low : iem ini sebenernya bukan buat basshead , sound nya agak l shapped namun dengan quantity bass yang tidak pelit , sehingga bagi yg basshead pun cukup terpuaskan , dibawa lagu trance/edm bass nya boomy , agak sedikit mbeleber , namun masih enak untuk didengarkan , dibawa lagu pop rnb tidak menutupi sektor mid , terkontrol , overall pleasant dan adaptive , artinya ketika lagu membutuhkan bass yg banyak , iem ini mampu untuk mendeliver bass nya . 


Mid : seperti yang saya bilang keunggulan L shapped adalah di mid nya , mid nya bright , kalem, treble nya untuk sebagian orang agak pedes namun di tahap yang masih bisa diterima , namun bisa diakali sama equalizer , punya clarity yg bagus , agak maju namun ga nutupin sektor bass nya , artinya ini iem punya separasi dan staging yang cukup bagus .
untuk soundstage : ga sempit ga juga lebar , pas buat ditelinga , soundsig cenderung fun , bukan analitik .. 


High : nah disini lah salah satu kelemahannya buat saya , bagi yang basshead kalau denger ini iem bakal ngerasa high nya agak peaky , dan nyelekit , tapi lambat laun dengan burn in juga bakal berkurang ko . Untuk beberapa lagu high nya agak revealing yah ..
Sound score : (4 /5) Good
Price : (5/5) Excellent
Iem type : All Rounder
Recommended : Yes
Kesimpulan : Ambilll , dengan harga dibawah 1jt lo udah bisa dapet iem yang mantep punya , untuk harga sebenernya iem ini bisa aja dihargai 2x harga aslinya , setara sama im50 , vsd3.

Yap, setuju deh sama agan dyaScoundrel yang memposting kutipan review diatas. Memang iem ini bukan untuk basshead mengingat bassnya yang kurang boomy. Namun jangan salah, kuantitas bassnya gak kecil juga dan terdengar rapih, separasi dan soundsig juga sangat bagus menurut admin. Tapi yang admin kurang setuju disini adalah highnya, menurut admin highnya si ttpod ini alus dan ga nyelekit, mid nya juga pas dan soundsig yang fun. Kombinasi diatas telah sukses membuat admin jatuh cinta dengan iem ini. So kalo kalian punya dana 500ribuan, ttpod ini sangat admin rekomendasikan untuk kalian, karena banyak yang bilang "this is the best iem under $500". Have a good day!


Referensi: kaskus.co.id

Kamis, 17 Desember 2015

Review Logitech Z120

Hello Lads! Hari ini kembali lagi admin mau bagi bagi review seekor speaker keluaran logitech, yaitu logitech Z120. Langsung aja ya:

Logitech Z120

Logitech, para pengguna komputer pasti sudah tidak asing lagi dengan brand yang satu ini. Logitech sudah lama dikenal lewat produk-produk aksesori komputernya, seperti mouse, keyboard, headset & speaker. Umumnya, produk-produk aksesori komputer memiliki kualitas suara yang biasa-biasa saja untuk produk audionya. Namun tidak untuk speaker portable 2.0 tipe Z120 ini.
Sepintas terlihat speaker Logitech Z120 memiliki penampilan yang biasa-biasa saja, dengan casingyang terbuat dari bahan plastik berwarna putih. Speaker ini mendapat tenaga dari power USB & terdapat tombol di speaker kanan untuk menghidupkan & mengatur volumenya sekaligus.
Awalnya, sempat terbersit keraguan apakah Logitech Z120 mampu menghadirkan kualitas suara seperti yang diharapkan, mengingat brand ini tidak fokus di pengembangan sektor audionya. Namun keraguan itu terjawab sudah ketika speaker dinyalakan & dipasang pada discman Aiwa. Kualitas suara yang dihasilkan… hmm ternyata cukup memukau & di atas rata-rata speaker portable 2.0 dengan rentang harga yang sama.
Berbeda dengan umumnya speaker portable 2.0, Logitech Z120 mampu menghadirkan kualitas suara yang cukup jernih & jauh dari distorsi sektor bass. Suara vokal terdengar jernih & tidak pecah di nada-nada tinggi, artikulasi suara dari sang penyanyi juga cukup jelas. Sementara separasi (pemisahan suara) antara instrument alat musik satu dengan yang lain cukup terasa & tidak saling menumpuk. Sektor treble pun masih terdengar renyah & tidak tumpul.
Karena Logitech Z120 merupakan speaker 2.0, maka sektor bass yang lebih menonjol adalahmidbass (frekuensi bass yang lebih tinggi daripada lowbass). Hal ini bisa dimaklumi karena tidak adanya subwoofer yang biasanya menghasilkan lowbass (frekuensi bass yang lebih rendah daripadamidbass). Meskipun demikian, midbass pada speaker ini masih terkontrol & tidak sampai mengakibatkan sektor vokal & suara instrument tenggelam.
Secara keseluruhan, Logitech Z120 bisa dikatakan memiliki karakter balance & cocok untuk hampir semua genre musik. Sesuai dengan ukurannya yang portable & tidak memiliki subwoofer, speaker ini akan lebih optimal apabila digunakan pada ruangan-ruangan kecil seperti kamar, apalagi tenaga Logitech Z120 tidak sebesar speaker 2.1. Karena kondisinya itulah, genre-genre seperti jazz, pop, blues, rock/metal, jpop/jrock, akustik, orkestra masih bisa direpresentasikan dengan baik. Sementara untuk genre RnB, hiphop, kpop, dubstep, trance yang lebih mengedepankan lowbass tidak bisa berharap terlalu banyak.
Harganya yang tidak sampai 150 ribu, tak diragukan lagi menjadikan Logitech Z120 sebagai salah satu speaker portable 2.0 yang memiliki nilai best price to performance atau kualitas melebihi harganya & sangat layak dimiliki oleh para pemula hobyist audio maupun para pecinta audio yang ingin memanjakan telinganya dengan speaker portable nan murah meriah berkualitas.
Kiranya cukup sekian ulasan kali ini tentang speaker portable 2.0 Logitech Z120, semoga dapat menambah wawasan pengetahuan bagi para pemula hobyist audio maupun para pecinta audio. Lakukanlah audisi terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan apabila waktu & tempatnya memungkinkan agar tidak terjadi penyesalan di kemudian hari. :)
Well, menurut om pwib313 di blognya sih nyebutin kalo speaker ini mempunyai nilai best price to performance. Gimana menurut admin MGAudio? jujur aja admin belom pernah nyobain speaker ini jadi ga bisa kasih impressi, tapi dari segi portabilitas jelas speaker ini menang telak dibanding speaker aktif yang punya channel 2.1, Have a good day!


Referensi: Omekimai

Minggu, 13 Desember 2015

Review dBe SP66N

Hello lads! Kali ini kita bahas speaker yuk. Yap speaker juga termasuk barang audio kerhor toh? Kalo ngomongin speaker kerhor buatan lokal pasti bayang bayang dBe ga bisa lepas dari benak kita. Merk ini emang oke banget menurut admin, bisa memberikan price value yang diatas rata rata speaker lokal maupun luar sekalipun. Nah yang mau admin bahas kali ini adalah speaker dBe SP66n. Speaker ini udah admin sekitar bulan juli 2014 di toko dBe nya langsung di plaza semanggi. So, kaya gimana bentuk dan impresinya, check this out:

Mini Review dbE SP66n USB Multimedia Speaker. 

Mohon maaf nubie mau sharing Speaker baru dari dbE yaitu sp66n pengganti dari SP66.
di harga 300rb an apakah bisa bersaing dengan merk2 lain. Apa price performnya seperti kakak2nya?

Unboxing
Dus sama dengan SP99 dan SP66. Warna putih dengan gambar speaker. Spesifikasi jelas tertera di luar. Dalamnya gabus cukup tebal cukup untuk melindungi speaker dari goncangan pada saat pengiriman. Untuk beratnya total dengan dus saat pengiriman tertera 5,5kg.

Tampilan luar dengan finishing kayu cat cokelat tua doff. Terlihat elegan . Kayu bagian satelitnya tebal sekitar 1 cm. untuk subnya 2cm. Grill satelitnya belum di coba apakah bisa di buka atau tidak, kayaknya agak susah  

dbe sp66n |



Bagian depan ada tombol volume, treble dan bass, ketika dinyalakan volumenya berpendar cahaya biru, dibawahnya ada slot SD card dan USB untuk play langsung dari USB atau SD card. disertai dengan tombol play/pause, next dan mode untuk memilih mode USB/RCA.
Pada bagian bawah ada bass port dengan saringan di dalamnya mencegah sesuatu yang tidak di inginkan masuk ke dalam 
dbe sp 66n |


Test Suara
Sebelumya maaf kalo bahasa yang saya gunakan bahasa awam. Karena kuping orang awam bukan kuping master. .

Sebelum burn in suara yang dihasilkan bass boomi kurang empuk dan detail kurang keluar. Tapi setelah coba burn in 12jam x 6hari . Suara kok beda banget,.Hasilnya udah mulai keliatan, bass lebih empuk detail nambah dan treble keluar (walau agak boomy kalau volume bass posisi full.)
Untuk sp66n ini karakternya detailnya bagus (nice dbE), bass deep agak boomy dan cukup cepat , lebih dominan vocalnya (vocal lebih maju) treeble kalo menurut saya pas, tidak berlebihan (tidak cis cis banget).  
*setelan bass dan treble jam 2, volume jam 9

  • Lagu 

    1.Susan Wong - Bille Jean.mp3 via Macbook + RM20
    Detail, bass dan treble lebih keluar di banding pake kabel bawaan. 
    Vocalnya enak, jelas banget.kecapan2 juga jelas. Instrument jelas. Treble pas, basnya juga pas. Disini saya bandingkan dengan speaker S*n*c gr ev7 saya lebih bagus SP66n. kalo S*n*c gr ev7 bassnya berlebih, detailnya hilang. Contohnya seperti gesekan fret gitar masih bisa kedengeran di SP66n sedangan S*n*c gr ev7 tidak ada.

    2. Susan Wong - Bille Jean.mp3 via SD card
    Kalo play pake SD/USB suaranya jadi lebih keras , volume jam 9 aja keras banget. Beda dengan di Mac/iPhone. Untuk hasil suaranya kurang lebih sama dengan pake kabel rm20., apa artinya proses pengolahannya bagus,saya kurang paham juga.,Cuma kalo di play dari SD / USB ada noise. Noise lebih keras di USB Mode ada suara kresek2 lumayan keras. Baru hilang di volume jam 9 ketutup sama lagunya. Kalo play pake SD Card noisenya agak kecil bunyinya (tek tek). Ketika perpindahan lagu juga ada noise seperti pembacaan data. 
    (saya lebih suka play pake SD Card. bisa di tinggal2 hehe,. ga harus khawatir charge.)

    Link Soundcloud test sp66n direkam pake iPhone.  http://snd.sc/13Sbwm5
  • Movie

    Transformers 3 – Dark Of The Moon
    Menurut saya cukup keren untuk nonton film, bassnya juga lumayan untuk mengisi ledakan2 pada saat penyerangan di Chernobyl. Pas optimus memotong shockwave, bassnya daleemm banget…  

Kesimpulan

  • Karakter Lebih condong ke balance detail bagus,,vocal yang jelas(vocal lover) dan bass deep aga boomy kalau di full
  • Menurut saya lebih cocok ke musiknya bossas, jazz, acoustic. Seperti susan wong, Sabrina, boyce avenue, atau instrumental jazz.(cocok sama selera saya). Detail bisa keluar semua, kecapan, gesekan fret gitar juga keluar,.
    Kalo rock distorsi agak kurang di snare drum sama bass drum, dan mid bass yang kadang agak tumpuk. (lagu tertentu)
  • Stagingnya luas, jarak pemisahan cukup baik.
  • Play di USB dan SD card ada noise cukup mengganggu kalo volume dibawah jam 9.
  • Ada sedikit dengung di satelit.
  • Slot USB/SD card tidak bisa play flac,m4a. Hanya bisa mp3.
  • Worth to buy di harga 300rb  ada sedikit kekurangan wajar, tapi hasilnya saya puas dengan kualitas suara dbE



Nilai Total 8/10

Yap seperti itu lah mini review dari agan i.mac melalui postingannya di kaskus. Menurut pendapat admin pribadi emang speaker ini ga mengutamakan bass seperti speaker aktif buatan lokal lainnya, sp66n ini lebih balance dan netral jadi bisa melahap semua gendre musik dengan baik. Dengan build quality dari kayu yang terkesan mewah dan tambahan fitur multimedia seperti sdcard & flashdisk support, admin sangat merekomendasi dBe SP66n ini sebagai pilihan kalau kalian mau beli speaker aktif dengan budget dibawah 500ribu. Have a good day!




Referensi: Kaskus.co.id

Rabu, 09 Desember 2015

Review Moxpad X6

Hello lads! Kembali lagi nih admin mau ngereview earphone tipe monitoring (iem). Yup sesuai judul ini adalah Review Moxpad X6 . Moxpad X6 ini merupakan versi kedua setelah Moxpad X3. Ada 4 pilihan warna untuk iem ini, yaitu merah, biru, hitam dan merah-biru. 
4 Varian Warna Moxpad X6|
Salah satu yang unik dari iem ini yang bikin dia berbeda dengan iem iem sekelasnya adalah kabelnya bisa di lepas (detachable) dari housingnya. Di copot disini maksudnya bukan di copot paksa yang ujung ujungnya rusak ya tapi dicopot untuk di replace dengan kabel lain sesuka hati.
Moxpad X6|

Bentuknya yang bisa di "cantolin" di kuping memang terlihat sporty dan nyaman dipake. Tapi jangan salah, ga semua orang cocok dengan desain ini lho....
Dengan banderol seharga 300ribuan kita bakal dapet apa aja sih? yuk langsung aja kita mulai:
 
Packaging and Build Quality 
Packaging cukup simpel: hanya box, tidak ada pelapis plastik. Saat dibuka, ada IEM di situ dengan tips triple flange (kabel belum terpasang) dan ada case earphone yang cukup kuat dan tebal (yang pernah punya Moxpad X3 mungkin tahu), sangat terlihat eksklusif. Di dalam case terdapat detachable cable dengan MMCX pin (pin ala Shure) dengan kabel yang cukup panjang (sekitar 1.3m) dengan gold plated connector yang cukup slim (mudah untuk masuk ke smartphone yang casenya agak tebal sekalipun) dan ada tiga tips silikon (S,M,L). Sejauh saya lihat, kabelnya cukup fleksibel dan ringan, tidak memberatkan. Di kabel sisi kanan juga ada mic untuk telpon bagi pengguna smartphone.

IEM terasa ringan, tapi tidak ringkih. Saat saya sambungkan IEM ke kabel, terasa konektornya solid dan tidak rattle sama sekali. Impresif. Saya coba mengingatkan diri sendiri bahwa ini di bawah 300k.. Dan saya belum pernah menemukan IEM seperti ini di bawah 300k. Kabel didisain untuk dipakai over ear dengan memory wire yang membuat kabel ini akan 'diam' dan menyesuaikan dengan bentuk telinga. Semua ini mengingatkan saya kepada Shure SE215 dalam hal disain (dan harga barunya 1,4 juta saat promo). Sungguh, sungguh mengesankan untuk IEM yang harganya tidak sampai sepertiganya saat saya beli. Build quality wise, no complaint whatsoever. Thumbs up!

Sound Quality
Saat baru keluar dari box dan langsung dicolok, saya langsung merasakan 'ini bass banyak amat ya. mid dan treble berasa ngumpet, kayak dibully'. Ya, saya ngerasa ini terlalu bassy (bloated, tidak terkontrol), mid relatif mundur tersamar dan treble yang diharapkan tidak terlihat. Malah yang ada pedes-pedes dikit (sibilance) di frekuensi yang kurang diharapkan.. Jadi setelah itu saya burn in (didiamkan play lagu random dengan volume sedang) selama kurang lebih 2-3 jam sebelum mendengerkan lagi. Setelah selesai burn in..

Bass: jauh lebih terkontrol daripada awal. Memang, kuantitasnya lebih banyak dari semua IEM yang pernah saya punya (seperti label pada box, IEM ini ditune untuk bass lover, jadi gak komplain deh soal ini), tapi kali ini kuantitas sedikit lebih sopan. Mungkin karena bassnya merapat dan jadi lebih rapi dibandingkan awal.. Lebih bisa berterima di telinga saya. 
Mid: Sekarang midnya sudah gak malu-malu, muncul bareng bass. Walau kerasa bassnya masih lebih besar, mid seperti tidak mau kalah dan cukup maju, sweet..
Treble: Treble sekarang muncul juga, tapi dia muncul dengan porsi tahu diri.. Seakan menyadari dia adalah pemanis dan pelengkap, bukan menu utama. Treble muncul untuk detil yang cukup bagus, tapi tidak bisa diharapkan menyaingi micro details yang bisa didengarkan di IEM berharga satu juta ke atas - apalagi balanced armature. Untuk ukuran dynamic driver, detil yang dimunculkan treble terbilang 'oke lah', tidak sampai kelas 'wah' menurut saya. 

Overall, IEM ini dari segi tuning dan fitting sangat mengesankan saya untuk bernostalgia ke IEM pertama saya: Shure SE215. Disain super mirip, comfort juga cukup mirip, dan tuning karakternya juga sangat mirip. I'll say this is a poor man's SE215. Jika 3-4 tahun lalu SE215 dianggap entry level IEM Audiophile, Moxpad X6 bisa dianggap seperti itu sekarang. Secara kualitas suara, untuk harga segini saya anggap sangat mengesankan. Jauh melebihi harga yang dibandrol.. Untuk rentang harga di bawah 400k, ini sangat menggoda untuk yang baru mencoba dunia audio. Kabel yang detachable juga sangat menjadi fitur plus, kalau-kalau kabel bawaan rusak. Sangat mudah untuk mengganti dan bisa bereksperimen dengan tipe-tipe kabel lain. Disain overear juga membantu sound isolation dan fitting yang nyaman. Untuk detail lover, saya sarankan untuk melirik IEM lain karena Moxpad X6 jelas memposisikan diri sebagai fun IEM, dan untuk itu dia sangat berhasil. Sweet mids, enjoyable bass and right amount of treble.

Pros :
+ price to performance yang mengesankan
+ Tuning suara yang tidak bikin telinga capek
+ impressive build and feature (detachable cable)
Cons :
- IEM terasa agak ringan housingnya (agak bikin takut kadang)
- Pin connector akan bermasalah nantinya, suara bisa hilang-hilang (masalah mmcx pin)
- not enough details for me (saya suka bass, tapi bukan bass heavy lover)

Kesimpulan
Untuk harga segini, saya bisa katakan ini great deal for your budget. Sangat pantas dicoba jika kamu pengen tau rasanya punya SE215 tapi belom punya budget sampe sana. Ini mungkin batu lompatan pertama kamu untuk dunia audio yang lebih baik.. 
Nah kurang lebih seperti itu review menurut agan starving marvin di forum kaskus. Admin sendiri dulu pernah punya iem ini, cuma fitting yang kurang pas buat kuping admin maka alhasil admin lego lagi deh ini iem. Makanya sebelumnya admin bilang kalo iem ini belum tentu cocok untuk semua orang... So saran admin sih mending dicoba dulu sebelum membeli agar tidak terjadi penyesalan di kemudian hari, have a good day!
 
 
 
 
Referensi: Kaskus.co.id